6/17/2013

Indonesia telah lama menerapkan sistem perekomian terbuka dalam mengaktifkan dan menumbuhkembangkan kegiatan perdagangan dalam negeri maupun menjalin kerjasama dengan luar negeri. Sistem perekomian terbuka merupakan istilah yang mengacu pada sistem atau model perekonomian negara yang menjalankan perekonomian dengan melibatkan komponen dan kegiatan asing di luar negara itu. Secara lebih jelas perekonomian terbuka dapat dilihat dengan adanya kegiatan ekspor dan impor. Contohnya seperti Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Fenomena dari dampaknya perdagangan internasional terlihat dari konsumen dalam negeri membeli barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik. Hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat lazim dilakukan.
Perlu ditelaah sebelumnya pengertian dari kegiatan ekspor merupakan suatu proses transformasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal umumnya dalam proses perdagangan. Dan oarang atau badan yang melakukannya disebut sebagai eksportir. Dari pengertian tersebut menimbulkan suatu pertanyaan kapankah suatu negara menjadi pengekspor?
Penguatan ekspor mulai gencar digalakkan ketika industri dalam negeri bersaing dalam menjual suatu produk yang dihasilkan untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan yang didapatkan adalah dengan menjual barang di luar negeri lebih mahal dibandingkan dalam negeri. Negarapun mendapatkan keuntungan berupa devisa. Semakin banyak kegiatan ekspor maka semakin besar devisa yang diperoleh bagi suatu negara.
Sehingga suatu negara menjadi pengekspor ketika daya saing produk tidak hanya dalam persoalan harga melainkan juga mutu atau kualitas produk yang diperdagangkan. Penguatan daya saing produk menuntut produsen atau pelaku eksportir menjual suatu barang yang mempunyai nilai jual tinggi untuk menghasilkan devisa bagi suatu negara sehingga produk domestik dapat bersaing di ranah Internasional.
Namun sejauh ini masih banyak negara penghasil sumber daya alam lebih memilih tetap mengekspor bahan mentah ketimbang mengolah lebih lanjut di dalam negeri. Dan menimbulkan daya saing produk domestik masih cenderung kalah bersaing dengan negara yang menambahkan proses sampai industri hilir agar menciptakan nilai tambah.
Menurut Badan Pusat Statistik, secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2008 mencapai USD118,43 miliar atau meningkat 26,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai USD92,26 miliar atau meningkat 21,63 persen. Sementara itu ekspor hasil pertanian, industri, serta hasil tambang dan lainnya pada periode tersebut meningkat masing-masing 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Disamping kegiatan ekspor yang memicu semangat industri dalam negeri untuk menghasilkan barang yang bernilai tinggi, perdagangan dengan sistem perekonomian terbuka memungkinkan suatu negara untuk mendatangkan barang dari luar negeri atau yang biasa disebut dengan impor. Impor merupakan bagian yang sangat penting dalam perdagangan internasional. Orang atau lembaga yang melakukan impor disebut sebagai importir.
Menurut Dirnaeni (2011) suatu negara memberlakukan impor apabila produksi dalam negeri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik. Selain itu kegiatan impor dilakukan jika harga barang yang bersangkutan di luar negeri lebih mahal. Hal tersebut disebabkan antara lain :
a.              Negara penghasil mempunyai sumber daya alam yang lebih banyak.
b.             Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah, dan

c.              Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan jumlah yang lebih banyak.
haloo konbanwa :)
udah lama engga nulis blog lagi.
Rasanya ituuu..
Iya apapun yang aku inginkan tulis aku akan menulis itu.
Menulis itu, membuang "sampah" yang ada di pikiran kita. Atau dengan kata lain uneg-uneg kita.
Okee next kali ini aku mau sharing ma kalian.
Kelompok KKN udah dibagi, jadi penasaran dan gak sabar pengen cepat bertemu mereka.
Semoga kita bisa jadi teman satu kelompok yang baik ya dan satu tim yang kompak. amiiin :)
Teman pertama yang udah kenalan sama aku dia anak Fakultas Biologi, namanya Rohayati.
Katanya si bisa dipanggil Yati. Teman" yang lain belum aku kenal. Yaa semoga bisa cepet berbaur. amiin.
Kami dapet desa di Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah.
Udah ngebayangin gimana rasanya KKN disana, ketemu ma orang" disana, tinggal dan beradaptasi disana.
Mungkin akan mengasyikan. Semoga.
Pernah ditanyain sama temanku "kalau ga ada KKN, kamu tetep mau milih KKN? Menurutmu apa tujuan KKN"
Aku mau ngambil KKN meskipun itu bukan merupakan kewajiban mata kuliah.
Yaa menurutku KKN itu bagaimana kita bisa bermanfaat buat orang lain, terlebih lagi bisa mengaplikasikan ilmu yang kita dapet.
Meskipun kebermanfaatan kita bukan hanya di waktu KKN saja, bermanfaat buat orang lain bisa diterapkan kapanpun dan dimanapun.
Yap, begitulah sedikit cerita dari aku.
Sekian, oyasuminasai ya!

6/10/2013

Kalau memang terlalu menyakitkan, janganlah buat aku merasa terlalu sakit.
Kalau memang terlalu mengecewakan, janganlah buat aku merasa terlalu kecewa.
Kalau memang terlalu pahit untuk didengarkan, janganlah buat aku merasa sedih.
Buatlah aku tertawa, buatlah aku tersenyum, buatlah aku merasa nyaman walau hanya sebuah senyumanmu, sebuah candaanmu, sebuah perhatianmu dan walau hanya sebentar waktu yang Tuhan kasih untuk aku bisa bersamamu.
Anugrah terindah yang kini aku rasakan adalah bisa mengenalmu dan aku bersyukur bisa hadir di kehidupanmu. Mungkin Tuhan telah menciptakan seseorang yang memang pantas ada di sisimu, yang memang bisa memahamimu dan bisa menerima apapun kekuranganmu.
Tuhan telah menghadirkan seseorang itu untukmu, meski bukan saat ini tapi aku yakin di waktu yang akan datang. Pertemuan kalianlah lebih indah dibandingkan pertemuanku denganmu.
Dan mungkin aku tahu aku tidak sempurna, tapi aku yakin akan ada juga yang bisa menyempurnakan dengan semua kekuranganku. Saat ini aku hanyalah sebuah batu loncatan untuk kamu bisa mengenal seseorang itu yang bisa membahagiakanmu. Kau tau, meskipun aku tau aku hanyalah sebagai batu loncatan tapi saat ini aku bahagia bisa melihat senyumanmu.
15.28 10.06.2013

6/04/2013

"orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis,
ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
-Pramoedya Ananta Toer
Ini, mamah, aku dan papah :)
Malam ini, entah kenapa tiba-tiba aku kangen dengan mereka.
Ya, mamah seorang wanita yang luar biasa. Kehangatan dan kelembutan suara maupun kasih sayangnya selalu terasa. Sinarnya selalu menjadi penerang di saat jalan yang aku tuju gelap gulita.
Selalu bercerita di saat aku pulang ke Bekasi, selalu memberi nasehat "jagalah hidupmu, jangan lupa akan tanggung jawabmu"
Papah, ayah yang paling hebat. Menjadi sosok yang menjadi panutanku untuk mencari seorang pria. Pria yang baik dan tanggung jawab.

(Kiri-Kanan. Papah, ade, aku, mas Bintang, Mamah, mas Panji)
Yaph, dan yang ini adalah keluargaku. Foto ini diambil saat wisuda mamasku yang kedua, Bintang Bergas Cendekia di Institut Teknologi Bandung. Sedangkan mamasku yang pertama, Panji Gigih Perkasa.
Kedua mamasku adalah sumber motivasi bagiku.Mereka mempunyai caranya masing-masing untuk jagain adenya, untuk ngasih perhatian dan cara untuk menyayangi ade"nya. Terlebih lagi, i'm proud of you both :)
Dan yang terakhir adeku, Pandit Purna Juara. Jangan salah loh tingginya dia udah melebihi semua :D
Aku juga bangga dengan adeku satu-satunya ini.
Meskipun usianya lebih muda dari aku tapi dia udah punya prinsip, dewasa dan tegas
(tapi sampai sekarang aku masih menganggapnya dia anak kecil karena masih lucuuu :p )
Yah begitulah, yang paling aku rindukan adalah di saat kita semua kumpul dan menikmati masakan mamah sambil bercerita, tertawa hangat. Alhamdulillah aku masih memiliki keluarga yang masih utuh, selalu ada dan selalu memberikan motivasi dan do'a buatku.
Sekian, cerita tentang keluargaku :)
#puisi
hujan bulan juni
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
-Sapardi Djoko Damono-