Perasaan marah, muka cemberut, sikap yang gelisah, aura yang
tadinya ceria berubah menjadi murung, yang tadinya tertawa berubah menjadi
sedih hingga akhirnya menangis. Bentuk perasaan itu bisa dikatakan sebuah
emosi. Hal-hal tersebut bisa tergolong ke dalam emosi negatif. Namun, emosi
juga dapat terlihat dari sebuah perasaan yang menimbulkan aura positif. Misalnya,
tertawa, tersenyum, bahagia hingga akhirnya menangis. Namun, sering kali kita
berpikir, emosi itu diartikan sebagai bentuk perasaan negatif yang membuat
seseorang mempunyai pikiran negatif. Dalam bahasa gaulnya, disebut istilah
“neting”. Emosi yang ia pancarkan membuat seseorang berubah menjadi tidak bisa
berpikir positif thingking (posting).
Emosi bisa muncul dalam beberapa kondisi tertentu. Salah satunya
ketika seseorang telah merasa lelah untuk menunggu, menunggu dalam arti ketika
menunggu orang lain dalam sebuah janji, atau saat seseorang lelah menunggu
untuk berubah. Namun perlu disadari memang perubahan itu membutuhkan suatu
proses, tidak instan. Hal inilah yang bisa memicu buah perasaan itu tumbuh.
Berbalik membahas emosi. Emosi terkadang sulit untuk
diterjemahkan ke dalam kata-kata. Bahkan terkadang sulit untuk dikendalikan.
Ada banyak cara manusia dalam meluapkan semua emosi yang membakar hatinya. Ada yang
dengan menangis, menulis atau membaca novel dan komik kesukaannya, menonton
film, mendengarkan musik favoritnya atau musik rock sekalipun, makan makanan
yang enak meskipun itu mahal harganya, atau meremas botol a*ua hingga tidak
terbentuk lagi seperti aslinya. Meluapkan emosi dengan cara-cara tersebut masih
tergolong pada taraf yang wajar. Terlebih lagi ada beberapa orang yang jika ia
emosi, ia akan langsung mengambil wudhu. Cara seperti ini adalah cara yang
baik. Dikatakan baik, karena dengan membiarkan air yang dingin ikut menjernihkan
pikiran dan hati kita.
Namun, emosi yang terlalu berlebihan akan berdampak negatif
terhadap diri sendiri bahkan dengan orang lain. Jalan yang ditempuh untuk
meredakan emosi adalah dengan mencoba barang-barang yang haram hukumnya. Nauzubillahminzalik..
Bila sudah seperti itu akan terus berlanjut dan susah dihentikannya.
Jadi, untuk meredakan emosi setiap orang punya cara
sendiri-sendiri. Namun, perlu diingat, jangan menuangkan emosi dengan hal-hal
yang negatif. Bagaimanapun juga setiap orang punya masalah dengan ceritanya
sendiri, penyelesaian yang paling baik kita perlu menyikapinya dengan berpikir
positif dan bersikap bijaksana. Menangis boleh saja selagi kamu bisa menangis
dan membuatmu lega, berteriak juga boleh saja asal pada tempat yang tepat, dan
jangan sekali-kali ditempuh dengan hal yang tidak baik. Itu malah membuatmu
semakin ‘sakit’ terlebih lagi dapat menyakiti orang-orang yang menyayangimu.
Sekian. Selamat menemukan cara kesukaanmu J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar