10/19/2013

Perasaan marah, muka cemberut, sikap yang gelisah, aura yang tadinya ceria berubah menjadi murung, yang tadinya tertawa berubah menjadi sedih hingga akhirnya menangis. Bentuk perasaan itu bisa dikatakan sebuah emosi. Hal-hal tersebut bisa tergolong ke dalam emosi negatif. Namun, emosi juga dapat terlihat dari sebuah perasaan yang menimbulkan aura positif. Misalnya, tertawa, tersenyum, bahagia hingga akhirnya menangis. Namun, sering kali kita berpikir, emosi itu diartikan sebagai bentuk perasaan negatif yang membuat seseorang mempunyai pikiran negatif. Dalam bahasa gaulnya, disebut istilah “neting”. Emosi yang ia pancarkan membuat seseorang berubah menjadi tidak bisa berpikir positif thingking (posting).
Emosi bisa muncul dalam beberapa kondisi tertentu. Salah satunya ketika seseorang telah merasa lelah untuk menunggu, menunggu dalam arti ketika menunggu orang lain dalam sebuah janji, atau saat seseorang lelah menunggu untuk berubah. Namun perlu disadari memang perubahan itu membutuhkan suatu proses, tidak instan. Hal inilah yang bisa memicu buah perasaan itu tumbuh.
Berbalik membahas emosi. Emosi terkadang sulit untuk diterjemahkan ke dalam kata-kata. Bahkan terkadang sulit untuk dikendalikan. Ada banyak cara manusia dalam meluapkan semua emosi yang membakar hatinya. Ada yang dengan menangis, menulis atau membaca novel dan komik kesukaannya, menonton film, mendengarkan musik favoritnya atau musik rock sekalipun, makan makanan yang enak meskipun itu mahal harganya, atau meremas botol a*ua hingga tidak terbentuk lagi seperti aslinya. Meluapkan emosi dengan cara-cara tersebut masih tergolong pada taraf yang wajar. Terlebih lagi ada beberapa orang yang jika ia emosi, ia akan langsung mengambil wudhu. Cara seperti ini adalah cara yang baik. Dikatakan baik, karena dengan membiarkan air yang dingin ikut menjernihkan pikiran dan hati kita.
Namun, emosi yang terlalu berlebihan akan berdampak negatif terhadap diri sendiri bahkan dengan orang lain. Jalan yang ditempuh untuk meredakan emosi adalah dengan mencoba barang-barang yang haram hukumnya. Nauzubillahminzalik.. Bila sudah seperti itu akan terus berlanjut dan susah dihentikannya.
Jadi, untuk meredakan emosi setiap orang punya cara sendiri-sendiri. Namun, perlu diingat, jangan menuangkan emosi dengan hal-hal yang negatif. Bagaimanapun juga setiap orang punya masalah dengan ceritanya sendiri, penyelesaian yang paling baik kita perlu menyikapinya dengan berpikir positif dan bersikap bijaksana. Menangis boleh saja selagi kamu bisa menangis dan membuatmu lega, berteriak juga boleh saja asal pada tempat yang tepat, dan jangan sekali-kali ditempuh dengan hal yang tidak baik. Itu malah membuatmu semakin ‘sakit’ terlebih lagi dapat menyakiti orang-orang yang menyayangimu.

Sekian. Selamat menemukan cara kesukaanmu J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar