Waktu terus berlalu. Sepanjang kenangan itu aku yakin pasti ada catatan yang tersirat ataupun tersurat. Tanpa terasa sudah berapa lama aku mengenalnya, dia mengenalku. Mengenal sebagai 'teman dekat'. Teman berbagi, teman berdiskusi, teman kebosanan dan seperti sahabat terbaikku di situasi dan semoga di setiap waktu. Marah, canda, benci, suka dulu kita berbagi namun kini seiring berjalannya waktu, kepercayaan itu mungkin kian pudar.
Banyak pertanyaan-pertanyaan darinya yang belum bisa aku jawab sampai sekarang. Bukan karena kamu tidak bisa mengerti, sesungguhnya mungkin dari aku yang belum bisa menemukan jawaban yang tepat.
Banyak permohonan darinya yang belum bisa aku tunjukkan mana yang salah mana yang benar.
Sehingga untuk kesekian kalinya kesalahan yang sama terulang. Masih hal yang sama, belum bisa menemukan jawaban yang baik dan benar atau belum bisa sepenuhnya memahaminya.
Sekian waktu terus dan terus mencari. Namun, dalam pencarian itu terbentuk suatu perasaan yang mungkin belum bisa kamu pahami, perasaan yang sangat dalam.
Satu hal yang pasti adalah rasa syukur karena diberi kesempatan untuk mengenalnya, bisa hadir di dalam hidupnya dan bisa melihat senyumannya.
Kepercayaan yang dulu kian pudar, aku ingin bisa menanamkannya lagi, menumbuhkan kembali dan memeliharanya bersama dia.
Harapanku mungkin banyak tetapi aku tau aku tidak bisa kembali untuk meminta lebih.
Hanya, ingin menghadirkan kembali benih-benih kepercayaan itu lagi. Bahwa dia percaya denganku.
Meskipun katanya, selalu ada kesempatan kedua untukku, namun akupun paham dengan kondisiku.
Bila diijinkan untuk bernostalgia, aku rindu dengan keadaan seperti dulu.
Sadar, sekarang ini bukanlah dulu. Hanya bisa memperbaiki kualitas pribadiku untuk bisa jadi yang terbaik untuknya, untuk seseorang yang sudah disiapkan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar